Breaking News

Jelang Ramadhan, Pemerintah Kota Keelung Resmikan Masjid Al Hidayah Keelung

Taiwan merupakan salah satu negara tujuan PMI untuk mengadu nasib dan juga merupakan salah satu negara yang menghargai agama pendatang asing terutama agama Islam.

Hal tersebut terbukti sejak tahun 2000 hingga saat ini, di Taiwan sudah dibangun beberapa masjid dan mushola di tempat-tempat yang mayoritas ada pendatang muslimnya.

Bahkan sekarang di rumah sakit-rumah sakit, di stasiun kereta api, di musium ataupun di lokasi wisata telah disediakan mushola dan tempat wudhu bagi pengunjung yang memeluk agama Islam.

Seperti halnya daerah lain, Kota Keelung juga merupakan salah satu tempat yang banyak pekerja migran dan pengantin asing. Selain merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Taiwan yang banyak anak Buah Kapal (ABK).

Setiap tahunnya pada hari Raya Idul Fitri pemerintah kota Keelung juga menyelenggarakan sholat Id yang dilaksanakan di depan gedung kabupaten Keelung atau di dekat pelabuhan.

Namun, tahun ini, Keelung untuk pertama kalinya menyiapkan sebuah bangunan yang dipakai sebagai masjid dan telah diresmikan pada 11 April kemarin.

Masjid yang diberi nama Masjid Al Hidayah itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Keelung, Wu Ting-feng.

Selain itu dihadiri juga oleh ketua Asosiasi pertukaran budaya internasional Kota Keelung, Chen Qiu-wen, Kabid Naker KDEI Taipei, Uta, dan PMI serta organisasi umat muslim di Taiwan.

Menurut data statistik, di Keelung ada sekitar 6.200 pekerja migran, 4.000 orang diantaranya adalah warga negara Indonesia dan memeluk beragama Islam.

Guna menyediakan tempat pertemuan eksklusif bagi mereka, penduduk baru (pengantin asing) maupun pekerja migran, pemerintah Kota Keelung mendirikan masjid yang terletak di Jalan Xinsan. [haniTW]



Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.