Breaking News

Isi Surat Pernyataan lzin Libur Pekerja Migran di Taiwan Bikin Tercengang

Banyaknya pekerja migran yang bekerja di pabrik terkonfirmasi Covid-19 akhir-akhir ini, setiap pemerintah daerah (pemda) membuat kebijakan untuk melakukan tindakan pencegahan penyebaran epidemi.

Bahkan pemda Miaoli membuat kebijakan yaitu melarang pekerja migran keluar kecuali pergi dan pulang kerja. Apabila dilanggar maka majikan atau agensi yang harus menanggung akibatnya.

Untuk itu, sebagian agensi entah agensi mana membuat surat pernyataan izin libur (keluar) bagi pekerja migran yang ingin libur.

Namun isi dari surat itu begitu mencengangkan sehingga banyak menuai pro kontra dari kalangan pekerja migran itu sendiri maupun LSM pemerhati pekerja migran di medsos.

Beredar di medsos

Adapun surat pernyataan izin libur yang belum diketahui agensi mana yang membuatnya itu isinya yaitu:

Saya (nama pekerja migran). Saya tahu keadaan covid di Taiwan sudah tahap siaga III, karena saya punya hak untuk meminta libur, maka majikan (nama majikan) mengizinkan saya untuk libur, dengan syarat saya harus mematuhi peraturan protokol untuk selalu memakai masker dengan benar.

Saya paham karena saya libur atas kemauan sendiri, jadi kalau saya libur dan makan diluar, mengobrol, berkumpul, minum alkohol, berwisata, makan bersama teman atau kegiatan kerumunan lainnya, kemudian masuk catatan terkena resiko dan harus dikarantina, saya akan menanggung biaya test covid (PCR) sebesar NTD 9.000.

Kalau hasilnya positif, dan harus di karantina di hotel, saya bersedia membayar semua biaya karantina.

Dan kalau saya tidak memakai masker dengan benar, saya dikenakan denda NTD 3.000 sampai NTD 15.000, maka saya bersedia menanggungnya.

Selain itu, jika karena saya terkena covid dan tidak dapat memenuhi kewajiban kontrak, saya juga setuju untuk mengakhiri kontrak dan menanggung tanggung jawab atas kerugian majikan.

Ini adalah janji saya kepada majikan. Saya sudah paham dan menerima persetujuan tersebut. Surat ini saya tulis tanpa paksaan dan tidak ada kesalahan dalam surat pernyataan ini.

Menanggapi surat tersebut, aktifis PMI Taiwan, Fajar, mengatakan bahwa sebaiknya sebelum mengisi atau menandatangani Surat Itu, PMI harus mengonfirmasikan dulu ke depnaker setempat atau agensi untuk memastikan kebenaran dari surat tersebut.

Fajar juga menyarankan agar PMI bertanya balik apakah sumber penularan virus covid-19 semua berasal dari PMI, dan apakah mereka tahu bahwa pekerja migran perawat pasien tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup serta makanan yang sehat.

[HaniTW]



Related Articles