Breaking NewsPMI lainnya

Impian Bekerja di Polandia Kandas, Seorang PMI Tertipu Hingga Habiskan Uang 23Juta ke Calo

Adalah Wulan, salah satu dari puluhan perempuan yang menjadi korban perdagangan orang yang diselamatkan petugas Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Sebelum dijanjikan akan diberangkatkan ke Polandia, Wulan mengaku 2 pekan tinggal di penampungan sebuah lembaga pelatihan kerja (LPK) di kawasan Bekasi. Seperti pada umumnya Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan diberangkatkan ke luar negeri, di penampungan itu Wulan bakal mendapatkan pelatihan meski hanya formalitas.

Wulan juga mengaku bahwa dijanjikan akan menerima gaji sebesar 10-15 juta berikut mendapat uang lembur bila nantinya telah bekerja di Polandia. “Katanya bulan sembilan ini ada yang berangkat cuma kemarin ditanya tanggalnya, mereka nggak bisa jawab,” kata Wulan , Selasa (24/8/2021).

Wulan mengaku untuk bisa sampai ke penampungan itu ia telah mengeluarkan uang sebesar Rp 23 juta. Seluruh itu diserahkan Wulan ke Calo. Selama berada di penampungan, beberapa proses administrasi dilakukan Wulan, seperti pembuatan paspor dan lainnya termasuk mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Menurut Wulan, keberangkatan dalam 2 minggu dinilai cepat untuk bekerja ke luar negeri. Sehingga tanpa pikir panjang, ia tertarik untuk bekerja di Polandia meski harus keluar uang banyak. Sementara itu Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan bahwa modus yang digunakan para sindikat perdagangan orang sama. Mereka menggunakan kaki tangan para calo untuk mencari korban di beberapa daerah.

Kemudian, para pekerja di iming-iming gaji besar untuk diberangkatkan ke negara tujuan. “Yang pasti itu semua bohong, itu adalah tipu-tipu dan muslihat dari pada sindikat,” tutur Benny.

Darnichn.



Related Articles