Breaking NewsPMI Malaysia

Imigrasi Malaysia Berhasil Menumpas Sindikat Pemalsuan Dokumen yang Didalangi Warga Pakistan

Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) berhasil membongkar sindikat penipuan dan pemalsuan dokumen dan stempel keamanan imigrasi dalam serangkaian operasi penertiban pada dini hari tanggal 21 September 2021.

Dua orang agen warga Pakistan ditangkap dalam rangkaian operasi yang dilakukan di dua tempat, yaitu di Ampang, Selangor dan di Wangsa Maju, Kuala Lumpur.

Melalui Kenyataan Media (Siaran Pers, Red) tertanggal 23 September 2021, JIM menyebutkan, operasi tersebut dilakukan berdasarkan laporan intelijen dan informasi tentang kegiatan tersangka terkait penipuan yang melibatkan masalah Keimigrasian.

Penggerebekan dan pemeriksaan dilakukan oleh tim Imigrasi dari Satuan Intelijen Operasi Divisi Operasi, Investigasi & Penuntutan JIM Putrajaya.

Penggerebekan dan pemeriksaan di tempat pertama di Ampang ditemukan stempel keamanan Imigrasi Malaysia, stempel nama petugas JIM, stempel kedutaan asing, stempel masuk/keluar Pakistan, stempel UNHCR, stempel Pendapatan, stempel bank dan berbagai stempel perusahaan. Juga ditemukan surat persetujuan Program Rekalibrasi Tenaga Kerja yang dipalsukan.

Penggerebekan kedua, di sebuah gedung di Wangsa Maju ditemukan stempel nama petugas JIM, stempel komisaris, stempel Majelis Agama Islam Narathiwat, dan fotokopi paspor India.

Tersangka pertama, berusia 32 tahun merupakan pekerja migran dengan status overstay, sedangkan tersangka kedua, berusia 37 tahun adalah warga Pakistan pemegang Visa Kunjungan Sosial Jangka Panjang sebagai suami dari seorang perempuan warga negara Malaysia.

Kedua tahanan tersebut diyakini telah melakukan kegiatan ini selama tiga tahun terakhir dan bertindak sebagai perantara pelanggan dari kalangan warga asing yang ingin mendapatkan Pas Lawatan Kerja Sementara (PLKS) atau working permit. Biaya yang dikenakan antara RM 2.500 hingga RM 4.000 (sekitar Rp 8,5 – 13,6 juta).

Sindikat tersebut diyakini memiliki jaringan dengan beberapa agen asing lainnya yang telah teridentifikasi, termasuk warga lokal. Imigrasi Malaysia akan memburu para tersangka dan orang-orang yang memiliki informasi dapat melaporkannya ke Imigrasi.

Operasi dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ditetapkan terkait COVID-19. Saat ini, tersangka ditahan di Depot Imigrasi KLIA untuk pemeriksaan lebih lanjut setelah dilakukan screening dengan hasil tes negatif.

JIM menghimbau kepada masyarakat, terutama orang asing dan para majikan (pengusaha) untuk berhubungan langsung dengan JIM dan tidak menggunakan perantara atau agen dalam urusan keimigrasian.



Related Articles