Breaking NewsPMI lainnya

Hongkong Tak Akui Catatan Vaksinasi Covid-19 Indonesia, Pengiriman PMI Jadi Terhambat

Hongkong kembali mengizinkan penduduk dan pekerja dari daerah berisiko tinggi untuk kembali ke negara ini. Syaratnya mereka harus memiliki catatan vaksinasi Covid-19 yang diakui di Hongkong, China daratan atau negara negara yang diakui oleh WHO memiliki otoritas pengaturan yang ketat.

Anak-anak berusia 18 tahun ke bawah yang tidak divaksinasi dan terbang dari Inggris, salah satu dari 8 negara yang terdaftar sebagai negara yang sangat berisiko oleh pemerintah Hongkong juga dapat kembali ke wilayah itu. Dalam laporannya, South China Morning Post mengatakan aturan untuk anak-anak yang tidak divaksinasi dibuat dengan pertimbangan memungkinkan mereka bersatu kembali dengan mereka selama liburan musim panas.

Hongkong mewajibkan seluruh penumpang pesawat yang datang ke wilayah tersebut dari negara berisiko tinggi, harus menunjukkan hasil tes Covid-19 negatif. Tetapi saat ini untuk pelancong dari tempat berisiko menengah atau rendah dibebaskan dari persyaratan tersebut. Sementara itu, Hongkong tidak menerima catatan vaksin dari Indonesia dan Filipina pada kedua negara ini memasok besar pembantu rumah tangga di sana.

Biro Tenaga Kerja dan Kesejahteraan serta Departemen Tenaga Kerja berencana untuk menyusun mekanisme guna mengenali catatan vaksinasi dari negara negara pemasok. Hongkong Union of Employment Agencies memperkirakan ada sekitar 5.000 pekerja yang telah mendapatkan visa kerja terdampar di Filipina dan Indonesia. Penerbangan dari Indonesia ke Hongkong pun sudah tidak lagi diperbolehkan sejak akhir Juni lalu.

Kepada para pendatang yang telah divaksin sampai dosis kedua di negara-negara berisiko tinggi akan diwajibkan untuk menjalani karantina selama 21 hari di hotel yang telah ditunjuk. Selain itu, mereka harus menjalani 4 kali test selama isolasi, 1 minggu pemantauan mandiri dan pengujian pada hari ke-26 setelah kedatangan.

Darnichn.



Related Articles