Breaking NewsPMI Taiwan

Hati-hati! Vietnam Selundupkan Makanan Olahan Mengandung Virus Babi dan Sudah Disebar ke 12 Kota di Taiwan

Beberapa hari ini Taiwan dihebohkan adanya makanan (daging) olahan yang diselundupkan dari Vietnam dan setelah dilakukan lab mengandung virus demam babi Afrika.

Dari hasil pelacakan melalui data logistik yang masuk, tim investigasi polisi segera melakukan penyelidikan dan penyaringan, mereka menemukan bahwa barang sudah dikirim ke 1.302 tempat di seluruh Taiwan.

Polisi juga telah menyita 19 produk daging olahan yang mencurigakan di 12 kabupaten dan kota di Taiwan antara lain Keelung, New Taipei City, Taoyuan, Hsinchu, Miaoli, Changhua, Nantou, Tainan, Kaohsiung, Hualien, Taitung dan Penghu untuk kemudian diperiksa.

Adapun makanan/daging olahan tersebut antara lain kue bulan (Yek ping 月餅), stik daging (Rou Diao 肉條), abon daging (Rou Song 肉鬆), sosis (Siang Chang 香腸), ham (Huo Thue 火腿), dll.

Hasil investigasi polisi mengungkapkan, mulai Januari tahun ini sebuah perusahaan Vietnam mengirim (menyelundupkan) produk daging, rokok, dan tembakau. Barang-barang tersebut diterima dan ditampung oleh seorang warga Vietnam bermarga Deng yang telah menikah dengan dengan warga Taiwan selama 17 tahun. Kemudian dengan bantuan anak perempuannya dikirim ke toko-toko kelontong/warung makan Vietnam di seluruh Taiwan maupun ke konsumen langsung.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu kepolisian Yunlin menerima laporan adanya dugaan impor ilegal produk daging yang dikirim dari Vietnam melalui pesawat udara di Xinzhuang, New Taipei City.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh gabungan kepolisian dan tim investigasi, pada 19 Agustus kemarin mereka menemukan dan kemudian menyita sebanyak 71 kg produk daging dan beberapa dus rokok di Xinzhuang. Diantaranya produk daging seperti sosis dan ham yang dinyatakan positif mengandung asam nukleat virus demam babi Afrika (Fe Chou Chu Wen Pingtu 非洲豬瘟病毒)

Sementara itu, Deng dan anaknya yang diduga sebagai penanggung jawab menerima dan mengirim barang di Taiwan sudah diamankan polisi. Mereka mengaku tidak tahu kalau mengimpor daging olahan merupakan pelanggaran.

Pihak kejaksaan mengungkapkan, mereka diyakini terlibat dalam tindak pidana penyelundupan impor barang secara tidak sah dan dilarang. Saat ini kasusnya sudah ditindaklanjuti.



Related Articles