Breaking NewsPMI lainnya

Gara Gara Ini Penyerapan Tenaga Kerja Tidak Signifikan

Tren penyerapan Tenaga Kerja Indonesia tercatat naik tipis, bahkan cenderung stabil. Kementerian Investasi mencatat, penyerapan Tenaga Kerja Indonesia pada kuartal kedua tahun ini hanya sebesar 311.922, naik 0,04% dari kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 311.793.

Menurut data Kementerian Investasi beberapa tahun ke belakang, serapan Tenaga Kerja di Indonesia sempat turun pada tahun 2018. Saat itu, angka penyerapan tenaga kerja hanya 960.092 tenaga kerja, turun 18,37% dari tahun sebelumnya yang sebesar 1,18 juta.

Tahun 2019, penyerapan tenaga kerja berhasil naik 7,68% year on year (yoy) dan tahun 2020 naik 11,85% yoy. Adapun sepanjang semester pertama tahun ini, penyerapan tenaga kerja Indonesia hanya tumbuh 10,15% yoy.

Ternyata, sejalan dengan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja yang cenderung stagnan selama lima tahun terakhir, realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari sektor jasa semakin mendominasi. Tahun 2017, realisasi investasi sektor ini mencapai Rp 119,6 trilun atau 45,6% dari total investasi.

Porsinya bahkan terus meningkat, hingga mencapai Rp 283 triliun atau 68,5% dari total investasi PMDN pada tahun 2020. Di sisi lain, realisasi investasi manufaktur sebagai sektor dengan penyerapan tenaga kerja besar, malah menurun. Tahun 2017, menyumbang 37,8% terhadap total PMDN tahun tersebut. Tahun 2020, porsinya turun menjadi hanya sebesar 20% dari total PMDN periode tersebut.

Padahal, Indonesia seharusnya lebih banyak memberikan lapangan pekerjaan baru sejalan penambahan jumlah penduduk dan tambahan pengangguran akibat pandemi Covid-19. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,75 juta orang pada Februari 2021, naik 26,26% dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 6,93 juta orang.


Darnichn.



Related Articles