Breaking NewsPMI Taiwan

Gaji PRT Tidak Dinaikkan, Organisasi Peduli Pekerja Migran di Taiwan Kecewa dan Gelar Konferensi Pers di Depan Gedung DPR

Pada 8 Oktober kemarin, kemenaker telah ketok palu mengesahkan kenaikan gaji pokok dari NTD 24.000 menjadi NTD 25.250, gaji perjam naik menjadi NTD 168.

Namun gaji pokok tersebut berlaku untuk kategori pekerja yang masuk dalam UU Ketenagakerjaan di Taiwan, sehingga ada sekitar 220.000 pekerja migran sektor rumah tangga tidak masuk dalam kategori tersebut, dan gaji mereka masih tetap NTD 17.000.

Keputusan tersebut menyebabkan selisih gaji antara pekerja migran perawat pasien (PRT) dan pekerja formal yang begitu banyak membuat beberapa organisasi peduli pekerja migran merasa kecewa.

MENT sebagai organisasi peduli pekerja migran sekaligus sebagai panitia, bersama dengan TIWA, Shelter Hsinchu serta Ganas Community akan menggelar konferensi pers pada Kamis pagi (14/10) sekitar pukul 10 di depan gedung parlemen Executive Yuan.

Dalam konferensi pers tersebut mereka akan mengeluarkan beberapa usulan dan tuntutan terkait dengan kondisi PRT saat ini.

  1. Gaji pokok PRT selama 6 tahun sejak tahun 2015 tidak naik dan selama 24 tahun hanya satu kali gaji dinaikkan. Apabila tahun depan gaji pokok menjadi NTD 25.250 artinya selisih gaji antara PRT dan formal mencapai NTD 8.250. Mereka berharap pemerintah meningkatkan dan menyesuaikan upah minimum setiap tahunnya.
  2. Memasukkan PRT dalam sistem perawatan jangka panjang.
  3. Sebaiknya pemerintah memberikan subsidi kepada keluarga kurang mampu supaya mereka bisa membayar gaji PRT sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.
  4. Penghapusan perekrutan PRT secara perseorangan. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan PRT bisa dimasukkan kedalam UU Ketenagakerjaan di Taiwan.

“Untuk yang mau gabung silahkan langsung menuju lokasi atau hubungi kami, “sebagaimana diungkapkan ketua Ganas Community, Fajar, melalui akun Facebooknya Hari ini (13/10).



Related Articles