Breaking NewsPMI Taiwan

Direktur Kosmetik Dilaporkan Karyawannya Lakukan Pemukulan kepada Pekerja Migran, Berikut Pengakuannya

Seorang direktur perusahaan kosmetik di Taiwan dilaporkan mantan karyawannya ke media lokal mirror media karena telah melakukan pemukulan terhadap pekerja migran yang bekerja di rumahnya.

Menurut keterangan mantan karyawan yang berinisial A Kuo itu, kejadian tersebut berlangsung pada 12 Oktober tahun lalu dan semua terekam oleh kamera hp.

A Kuo mengatakan, awalnya direktur bermarga Li mendengar berita bahwa ia telah kehilangan uang sebesar NTD 100.000 di rumahnya dan pencurinya juga merusak CCTV. Li mengira pencurinya adalah pekerja migran yang berinisial Ani.

Pada saat itu, Li yang baru saja pulang, begitu turun dari mobil langsung masuk ruangan dan mengambil tongkat baseball kemudian memukul bagian kepala Ani.

Sontak saja Ani yang berstatus pekerja ilegal itu ketakutan dan hampir saja menangis. Karyawan yang menyaksikan kejadian itu terkejut.

A Kuo menjelaskan, Ani yang posisinya ketakutan terpojok sampai ke dinding dan berteriak sambil menangis mengucapkan kata “tidak” (tidak mencuri uang red.,).

Setelah itu, lanjut A Kuo, Ani berlari menuju kamar dan dengan menggunakan bahasa Indonesia ia mengadu ke temannya sambil menangis.

Pada saat kejadian, A Kuo berusaha melerai keduanya, akan tetapi justru ia kena pukul dan terluka di bagian mukanya.

Setelah kejadian selesai, direktur Li mengirim inbox kepada A Kuo yang isinya mengatakan bahwa Li berharap kejadian tadi tidak membuat A Kuo terkejut. Namun A Kuo melihat sikapnya menjadi ketakutan.

A Kuo akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya. Tidak disangka Li justru menyebarkan berita tidak menyenangkan atas dirinya, Li mengatakan kepada karyawan lain kalau A Kuo dipecat.

Hal inilah yang membuat A Kuo melaporkan kejadian kekerasan yang dilakukan oleh direktur Li kepada Ani kepada media lokal, Ia tidak terima dengan perlakuan direktur Li.

Sementara itu, menurut keterangan direktur Li, ia tidak pernah melakukan kekerasan kepada Ani bahkan ia tidak mengenalnya. Ia mengaku kalau ia memberlakukan karyawannya seperti keluarga sendiri.

Li sangat menyayangkan kejadian ini dan mengatakan bahwa masalah ini sangat dibesar-besarkan dan keterlaluan, selama hidupnya baru pertama kali ini dia difitnah. Ia mengharapkan supaya namanya dibersihkan dari kejadian ini.



Related Articles