Uncategorized

Dilarangnya Pekerja Migran Indonesia untuk Berangkat Lewat Perusahaan Ilegal

Pekerja Migran Indonesia (PMI) diingatkan oleh Menaker, Ida Fauziah untuk tidak lagi berangkat lewat Perusahaan Penempatan yang ilegal (tidak memiliki izin). PMI juga diminta untuk lebih selektif dalam memilih Perusahaan Penempatan PMI yang legal dan pastinya bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan di negara penempatan.

Para PMI, lanjur Menaker juga perlu memanfaatkan layanan penempatan PMI di Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA). PMI juga harus mendatangi kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) di daerah untuk mengetahui proses penempatan PMI yang benar dan prosedural.

“Ada 329 perusahaan yang telah memiliki izin, dalam artikel legal dan kalau mau kerja keluar negeri maka harus memilih perusahaan yang legal dan memenuhi prosedur dengan benar. Jangan melalui perusahaan penempatan ilegal yang tidak bisa memastikan perlindungan kepada PMI,” kata Ida Fauziah, Rabu (25/8/2021).

Menaker juga menjelaskan adanya pemulangan 129 PMI dari Taiwan pekan lalu harus bisa menjadi pelajaran semua pihak. Menurutnya, bekerja di luar negeri merupakan sebuah pilihan dan pemerintah tak pernah menghalangi OMI yang masih ingin kembali bekerja ke luar negeri.

Diketahui pula, melalui program repatriasi, pemerintah telah memulangkan 129 PMI dari Taiwan dengan menggunakan maskapai Batik Air. Mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dini hari pada Sabtu tanggal 21 Agustus 2021. Sesampainya ke-129 PMI tersebut, mereka langsung dikarantina di Wisma Atlet.

Pemulangan PMI juga mengalami 2 kali penundaan, pertama direncanakan tanggal 3 Agustus lalu kedua tanggal 11 Agustus 2021. Namun atas upaya negosiasi, baik dengan perwakilan Taiwan di Jakarta maupun otoritas yang berada di Taiwan, akhirnya membuahkan hasil sehingga dapat memulangkan para PMI dan awak kapal pada 21 Agustus 2021.

“Berdasarkan UU nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan PMI yang merupakan payung hukum perlindungan PMI. Secara tegas disebutkan bahwa awak kapal Indonesia merupakan bagian dari PMI,” jelas Menaker.

Darnichn.



Related Articles