Breaking NewsPMI lainnya

Dijanjikan Majikan Baru Sampai OS, Hak Terminate dan Barang Pribadi Dirampas, Andin Laporkan Kejahatan Agen

Kamis, 2 September 2021 kemarin Asosiasi Buruh Migran Indonesia (ATKI)-HK mendampingi kasus penahanan dokumen yang dilakukan oleh agen Prima Sukses Service Company yang bertempat di Couseway Bay.

Andin (bukan nama sebenarnya) datang ke Hongkong pada bulan Mei 2021 dan ia telah menjalani karantina lebih lama dari yang ditentukan pemerintah Hongkong yaitu 21 hari menjadi 28 hari atas permintaan majikan. Setelah selesai masa karantina, Andin dijemput oleh cabang agen Ancity Employment Centre yang bertempat di Yuen Long. Sore harinya, majikan baru menjemput dan membawanya untuk bekerja.

Bekerja selama 3 minggu, Andin di terminate dan majikan beralasan bahwa Andin tidak becus bekerja. Ketika dipulangkan ke agen, majikan hanya memberikan uang HK$100 dan hak-haknya yang lain diberikan kepada agen. Kata majikan untuk membeli tiket pulang ke Indonesia namun setelah majikan pergi, staf agen Ancity menawari untuk bekerja kembali. Setelah melalui interview akhirnya Andin mendapatkan majikan baru dan diproses ke imigrasi.

Pada tanggal 13 Juni 2021, Andin dipanggil pihak imigrasi dan terbentur dengan adanya aturan Job Hopping maka imigrasi meminta Andin untuk pulang ke Indonesia pada 27 Agustus 2021 dan menunggu visa di Indonesia. Andin menanyakan kepulangannya ke agen namun agen melarang pulang dan memintanya untuk menunggu sampai 31 Agustus dan berjanji akan mengusahakan supaya bisa diproses imigrasi tanpa harus pulang ke Indonesia.

Selama itu pihak agen tidak mengizinkan Andin untuk keluar dan menghubungi temannya dengan alasan bisa ditangkap oleh polisi karena laporan dari majikan. Selain diancam, agen juga sempat menyita hp, dokumen pribadi dan juga uang Andin sebesar HK$1200 supaya tidak kabur. Merasa terancam dan tahu dirinya sudah overstay maka Andin dengan perasaan takut terus mencoba mencari bantuan. Diapun nekad melarikan diri dari agen dan mencari informasi.

Tanggal 2 September 2021, Andin pun menghubungi organisasi ATKI-HK guna meminta pertolongan dan dia diarahkan ke lembaga Mission For Migrant Workers untuk menuntut hak-haknya secara hukum. Dengan pendamingan dari ATKI, Andin menceritakan perlakuan agen termasuk penahanan dokumen dan uang yang diambil. Selama proses laporan, pihak Konsulat menghubungi agen untuk segera menyerahkan dokumen aslinya serta seluruh hak-haknya Andin.

Darnichn.



Related Articles