Breaking News

Di Situasi Pandemi, Puluhan Pekerja Migran Asal Cianjur Masih Diberangkatkan

Nekat mungkin merupakan kata yang tepat untuk ditunjukkan kepada puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cianjur, Jawa Barat. Pasalnya di tengah situasi pandemi yang angka kasusnya terbilang masih tinggi, para PMI asal Cianjur masih diberangkatkan secara ilegal selama 6 bulan terakhir.

Bahkan, kata Ketua Astakira Pembaharuan Cianjur Ali Hildan bahwa sepanjang tahun 2021, pihaknya telah menerima 80 laporan terkait pekerja migran bermasalah yang diberangkatkan. “Sudah jelas mereka berangkat secara ilegal menggunakan paspor ziarah. Sepanjang tahun 2021 ini, tercatat sudah ada 20 orang berangkat secara ilegal dan mendapat perlakukan tidak manusiawi selama bekerja di Arab Saudi,” kata Ali.

Adapun pemalsuan dokumen, menurut dia menjadi jaringan yang cukup kuat untuk tetap bisa memberangkatkan para pekerja migran meski di saat pandemi sekalipun. “Kami berharap institusi hukum dapat membongkar jaringan tersebut,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur Ricky Ardi Hikmat telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah adanya keberangkatan pekerja migran secara ilegal dengan menggencarkan sosialisasi terkait dengan dampak pekerja ilegal.

Hingga saat ini, pihaknya terus merangkul berbagai lapisan masyarakat, termasuk mantan pekerja migran untuk ikut serta mensosialisasikan dampak dari bekerja secara ilegal, terutama ke Timur Tengah yang masih menerapkan moratorium.

Darnichn.



Related Articles