Breaking NewsPMI lainnya

Di Hari Ulang Tahun ke-76 RI, Kepala BP2MI Melepas 271 Calon PMI ke Jepang

Tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Kepala BP2MI Benny Rhamdani melepas 271 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) kandidat Kangoshi (nurse) dan Kaigofukushishi (careworker) Batch 14, Program Government to Government (G to G) Jepang tahun 2021 di Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Sebanyak 271 CPMI ini akan diberangkatkan dalam empat gelombang, yaitu pada 17-20 Agustus 2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dikutip dari laman bp2mi.go.id, Selasa (17/8), dalam sambutannya secara virtual, Kepala BP2MI menyampaikan bahwa para CPMI yang berangkat ini adalah para pahlawan devisa yang membawa nama baik Bangsa Indonesia.

Mereka juga sekaligus para duta wisata Indonesia, yang keberangkatannya layaknya maraton dengan garis finish ketika mereka dapat menyelesaikan Perjanjian Kerja tanpa masalah.

“Pada momentum kemerdekaan ke-76 RI ini, sudah saatnya memerdekakan PMI dari jerat eksploitasi, demi mewujudkan PMI merdeka, berdaya, sejahtera,” jelas Benny.

Para CPMI yang akan diberangkatkan ke Jepang ini telah mengikuti berbagai tahapan yang harus dilalui, yaitu melakukan tes psikologi dan test kemampuan keperawatan, wawancara langsung dengan pihak pengguna, melakukan medical check up hingga dinyatakan fit to work, mengikuti pelatihan Bahasa Jepang selama 6 bulan di Indonesia, dan mengikuti Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP).

Proses tersebut juga masih akan berlanjut di Jepang, yaitu adanya pelatihan Bahasa Jepang lanjutan selama 6 bulan yang masih harus diikuti oleh 8 orang jabatan nurse dan 263 orang jabatan careworker.

Diingatkan pula kepada seluruh CPMI untuk melapor kepada KBRI/perwakilan di Jepang dan bila memiliki waktu luang dapat mengikuti program-program pemberdayaan demi peningkatan keahlian dan mematangkan rencana berwirausaha atau bekerja produktif lainnya. Pemberdayaan yang berkelanjutan mulai dari pra hingga purna penempatan merupakan bentuk hadirnya negara dalam melindungi PMI dan keluarganya.

Acara pelepasan CPMI ini turut dihadiri Duta Besar Jepang untuk Republik Indonesia, Kanasugi Kenji.

Setelah melaksanakan apel bersama via virtual, Kepala BP2MI melepas langsung gelombang pertama keberangkatan 68 CPMI di Hotel Ciputra, Jakarta.

“Melalui keberangkatan ini membuktikan kehadiran negara yang memfasilitasi para CPMI, mulai dari pelatihan keterampilan, kemampuan bahasa dll. Dengan keahlian yang mereka miliki, mereka digaji minimal Rp 22 juta oleh Jepang. Di sisi lain, dengan keberangkatan ini sekaligus memerangi penempatan ilegal PMI. Pemerintah Jepang sendiri membuka target penempatan 70.000 CPMI hingga tahun 2024. Saat ini Indonesia baru mampu memenuhi kuota sekitar 5000 orang. Karena itu, kami terus melakukan sosialiasi ke daerah-daerah untuk merangkul Pemda setempat,” ungkap Benny.

Kepala BP2MI juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dan perhatian dari semua institusi pemerintah, yaitu Kemenaker, Kemenkes, dan Kemenlu yang terlibat langsung dalam penempatan ini, dan juga kepada para kolega BP2MI yaitu Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, JICWELS (Japan International Corporation of Welfare Service) sebagai institusi yang menangani penempatan PMI di Jepang, dan juga Japan Foundation yang telah memberi pelatihan kemampuan Bahasa Jepang yang baik. Juga kepada Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnership (AOTS), selaku institusi yang ditunjuk untuk melakukan proses pemberangkatan bagi para PMI dan bertanggung jawab untuk mendidik dan melatih para PMI di Jepang nanti. (rozi_EM).



Related Articles