Breaking NewsPMI Taiwan

Depnaker Taiwan Bikin Aturan Baru Pindah Majikan Bagi Pekerja Migran

Sejak adanya pandemi covid-19 tahun lalu, pengiriman pekerja migran ke Taiwan diberhentikan hingga waktu yang belum ditentukan. Hal itu menyebabkan Taiwan mengalami krisis kekurangan pekerja migran.

Terlebih lagi perusahaan atau pabrik-pabrik sangat kekurangan pekerja migran formal. Karena masalah tersebut banyak pekerja migran informal rumah tangga yang pindah ke perusahaan.

Sesuai data statistik depnaker, mulai awal tahun 2021 hingga bulan Maret lalu, jumlah pekerja migran informal yang pindah ke formal mencapai 1023 orang, dimana angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun kemarin yang hanya 287 orang dalam periode yang sama.

Namun, karena banyaknya peminat dari pekerja informal yang ingin pindah pabrik menyebabkan munculnya praktik jual beli job.

Untuk menghindari adanya jual beli job, depnaker akan merevisi kembali peraturan Ketenagakerjaan terkait prosedur pindah pekerjaan (majikan) yang telah disetujui oleh tiga orang yaitu majikan, agensi dan pekerja migran.

Adapun peraturan yang baru antara lain pekerja informal yang mau pindah ke formal harus didaftarkan dulu ke bursa tenaga kerja. Jika tidak ada majikan untuk pekerja rumah tangga (informal) yang mengambil maka bisa cari majikan formal (pabrik).

Namun, apabila pekerja migran informa hanya ingin pindah majikan dengan job yang sama, maka tidak perlu mendaftar ke bursa tenaga kerja.



Related Articles