Breaking NewsPMI lainnya

Curhatan Hati Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Damaskus Asal Cimahi

Postingan pemilik nama lengkap Heni Apria Rina sejak 4 hari lalu mengisahkan getirnya hidup yang dijalani pasca mengadu nasib sebagai PRT di Suriah. “Aku nggak habis pikir sama majikan, kenapa nggak kasih aku makan. Apakah aku akan mati di sini.” Beginilah bunyi dari isi curhatannya yang dia posting lewat akun Facebooknya.

Untuk sekedar mengganjal perut kerap makan sayuran mentah juga tanpa mendapatkan hak-haknya. Jauh sebelum memposting curhatan hatinya di facebook, Heni beberapa waktu lalu juga sempat bercerita jika dia bekerja pada keluarga diakuinya anggota ekstremis tanpa gaji dan makan serta hilang kontak dengan keluarga di Indonesia.

Untuk berkomunikasi saja harus secara sembunyi-sembunyi, PMI yang merasa dibohongi oleh pihak sponsor tersebut menggunakan ponsel tanpa kartu pemberian dari warga negara Philipina. Di akhir percakapan, Heni Apria Rina mengatakan tidak tahu caranya menghubungi KBRI Damaskus Suriah guna meminta bantuan. Ia berharap kepada perwakilan pemerintah Indonesia di Suriah agar segera diselamatkan karena lokasi tidak begitu jauh.

Lebih lanjut, PMI kelahiran Sukabumi tersebut mengatakan hilang kontak dengan keluarga pasca kampung halamannya digusur 3 tahun lalu untuk dijadikan pusat perbelanjaan. “Saya merasa kesulitan menghubungi orang tua dan keluarga, nomor kontak mereka sudah tidak aktif dan ayah saya bernama Asep Hidayat dan ibu saya Ibu Suheti. Mohon bantuannya sahabat sosial media mungkin mengenal orang tua saya agar menyampaikan kepada mereka bahwa saya tidak bisa menghubungi mereka,” ucap Heni di akun sosial medianya.

Melalui postingannya, Heni mengharapkan bantuan sahabat Facebook dapat membantu dia akan dipertemukan lagi dengan keluarga. Diketahui Heni Apria Resni mengadu nasib sebagai PMI di Damaskus secara ilegal dan dia sangat berharap dapat pulang ke Tanah Air.

Darnichn.



Related Articles