Breaking NewsPMI Taiwan

Cegah Virus Babi, Imigrasi Ingatkan Warga Asing Untuk Tidak Bawa Produk Daging ke Taiwan, Bisa Terancam Denda Hingga NTD 1 juta

Untuk mencegah penyebaran epidemi virus demam babi Afrika yang terkandung dalam daging olahan, serta untuk mencegah penduduk baru dan pekerja migran melanggar hukum karena tidak memahami hukum di Taiwan, Stasiun Layanan Departemen Imigrasi Kabupaten Changhua menerbitkan propaganda terkait hal tersebut dan menerjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Imigrasi menyarankan kepada penduduk baru dan pekerja migran untuk tidak membawa produk daging dari luar negeri masuk ke Taiwan. Mereka yang melanggar dapat dikenakan denda antara NTD 200.000 dan NTD 1 juta.

Adapun isi dari propaganda yang sudah diterjemahkan ke dalam 6 bahasa yaitu Mandarin, Inggris, Vietnam, Thailand, Indonesia, dan Kamboja antara lain:

  1. Jangan membawa masuk produk daging dari luar negeri secara ilegal baik dengan pengiriman ekspres, kantor pos (parsel), atau dititipkan penumpang.
  2. Jangan mengirim produk daging yang dibeli secara online dari luar negeri ke Taiwan. Menyerukan kepada masyarakat untuk tidak membeli produk daging asing yang tidak dikenal di Internet.
  3. Jangan mengunjungi peternakan di luar negeri.

Selain itu, mendekati Autumn Festival (Festival kue Bulan), secara khusus imigrasi mengingatkan kepada penduduk baru maupun pekerja migran menolak untuk membeli produk daging babi yang tidak diketahui asalnya. Hal tersebut untuk menghindari memakan virus demam babi Afrika yang menyebabkan masalah pada tubuh manusia.

Sebagaimana diketahui, virus demam babi Afrika dapat bertahan dalam daging babi beku selama lebih dari 1.000 hari. Jika masyarakat menerima produk daging olahan dari negara-negara Asia Tenggara seperti Cina, Vietnam, dan Filipina, atau produk daging yang tidak jelas asalnya diharapkan untuk segera melapor, supaya tidak termakan oleh manusia.



Related Articles