Breaking News

CECC: Pekerja Migran di Pabrik Elektronik Miaoli Dilarang Pergi Bekerja dan Tetap Digaji

Menanggapi kasus banyaknya pekerja migran yang terinfeksi covid-19 di pabrik Elektronik kabupaten Miaoli, kemarin (6/6) CECC mengatakan, pihaknya akan segera mendirikan pos komando yang secara aktif membantu pemerintah daerah dan perusahaan dalam pencegahan epidemi dan menghindari penyebaran infeksi.

Adapun langkah-langkah yang relevan antara lain sebagai berikut:

  1. Semua pekerja migran dilarang pergi bekerja, mereka tinggal di asrama/mess (karantina mandiri), dan tetap mendapatkan gaji.
  2. Diberlakukan peraturan bagi pekerja migran yang berada di daerah berisiko tinggi untuk pindah ke pusat karantina terpadu, yang di daerah berisiko rendah dan menengah untuk tinggal di asrama/mess (karantina mandiri) dan melakukan pemantauan kesehatan.
  3. Karyawan lokal yang positif akan segera diselidiki, siapa saja yang pernah kontak langsung akan didaftar dan dikarantina sesuai dengan peraturan. Memperkuat pemantauan kesehatan untuk karyawan yang tersisa.
  4. Semua pasien yang dikonfirmasi positif telah menyelesaikan pengobatan dan penempatan di RS.
  5. Biro Perindustrian, dokter pencegahan epidemi dan pabrik melakukan pertemuan, dan mengurangi beban secara bersyarat dan melanjutkan pekerjaan sesuai dengan rencana pencegahan epidemi.

CECC menjelaskan, hingga tanggal 5 Juni, total 182 kasus positif dari perusahaan pertama (24 warga lokal dan 158 pekerja migran), tercatat ada 399 orang pernah kontak langsung, untuk perusahaan kedua ada 12 karyawan positif (semuanya pekerja migran); sementara untuk perusahaan ketiga ada 12 yang positif (2 warga lokal, 10 pekerja migran), dan yang berkaita dengan epidemi saat ini masih dilakukan investigasi.

[HaniTW]



Related Articles