Breaking NewsPMI Taiwan

Buka Warung dan Mengizinkan Makan di Tempat, Warung Makan Vietnam di Taoyuan Terancam Denda NTD 75.000

Sebuah warung makan Vietnam di Taoyuan terancam denda puluhan NT karena telah melanggar peraturan status siaga III yaitu mengizinkan pelanggannya makan di tempat dan berkumpul di dalam ruangan lebih dari 5 orang.

Kejadian tersebut berlangsung kemarin (19/7/2021), pemilik warung makan Vietnam yang bertempat di Yenping Street dan bermarga Li itu membuka warung dan mempersilahkan 8 orang pekerja migran asal Vietnam makan di sana.

Warga yang melihat situasi seperti itu, mereka takut hal tersebut bisa menyebabkan celah penularan virus, maka melaporkannya ke polisi. Polisi segera melakukan pengecekan ke lokasi dan memberikan peringatan ke pemilik warung.

Pemilik warung terkejut mengetahui polisi masuk dan mengatakan kalau tindakan Li sudah melanggar peraturan pencegahan epidemi status siaga III yaitu mengizinkan makan di tempat, dan bisa terancam denda NTD 15.000.

Selain itu, pelanggaran lainnya yaitu peraturan bahwa di dalam ruangan tidak boleh lebih dari 5 orang. Sedangkan di dalam warung ada tiga meja masing-masing 2 orang, 4 orang dan 2 orang totalnya 8 orang, mereka masing-masing terancam denda NTD 60.000.

Li mengaku bahwa mereka sudah tiga bulan tidak membuka warung sehingga tidak mengetahui perkembangan situasi dan kondisi terakhir.

Dia juga mengatakan kalau baru-baru ini ia mendengar kalau situasi pandemi sudah mereda, dan CECC juga mengumumkan diberlakukannya pelonggaran mulai tanggal 13 Juli lalu, sehingga ia membiarkan pelanggan makan di tempat.

Akan tetapi ia tidak mengetahui jika Walikota Taoyuan mengumumkan bahwa wilayah Taoyuan masih melarang makan di tempat.

Polisi mengatakan, meski CECC sudah memberlakukan pelonggaran yang berlaku untuk restoran, departemen store food court yang memenuhi syarat dan harus mematuhi pedoman CECC untuk makan di tempat.

Tindakan pemilik warung dengan membuka warung dan makan di tempat jelas melanggar peraturan. Surat denda pelanggaran telah dikirim ke instansi terkait untuk ditindaklanjuti.



Related Articles