Breaking NewsPMI Malaysia

Akibat Krisis Ekonomi dan Politik, Malaysia Akan Pulangkan 70 Ribu Pekerja Migran Indonesia

Ada sebanyak 70 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia yang akan dipulangkan secara bertahap dan 1.365 termasuk dalam kelompok rentan karena negara ini tengah mengalami krisis ekonomi dan politik. Tingginya angka pemulangan ini dipengaruhi karena peningkatan Covid-19 di Malaysia.

Sehingga dengan demikian, sejak bulan Juni 2021 lalu pemerintah setempat menetapkan status Lockdown, diikuti krisis ekonomi dan krisis politik. Perlindungan WNI Kemenlu, Deputi Kemenko PMI, Pejabat Imigrasi dan Sekda Provinsi Daerah-Daerah Demarkasi Pemulangan PMI membahas persiapan penanganan ketibaan WNI repatriasi dan deportasi dari Malaysia, Rabu 4 Agustus 2021. Sementara data Disnakertrans NTB, sekitar 6.000 PMI legal yang akan pulang ke NTB hingga 31 Desember 2021 ini.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Dubes Harmono, bahwa sejak penerapan Lockdown oleh pemerintah Malaysia sejak Juni lalu telah berdampak pada terhentinya aktivitas perekonomian dan timbulnya krisis ekonomi, bahkan krisis politik. Para PMI ikut menghadapi dilema, karena tidak bisa bekerja. Terlebih PMI non prosedural harus berhadapan dengan persoalan-persoalan hukum.

Menurutnya Data dan Kementerian Luar Negeri, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2021 PMI telah dipulangkan sebanyak 50.482 orang, dengan Skema Pemulangan Repatriasi sebanyak 47.419 dan deportasi sebanyak 3.063 orang. Sementara jumlah PMI asal NTB yang telah dipulangkan sebanyak 16.160 orang dengan negara penempatan Malaysia sebanyak 11.454 orang.

Lebih lanjut, Aryadi menjelaskan pemerintah memiliki Program Rekalibrasi Pulang (Pemutihan) yaitu semua pengurusan pemulangan PMI dipermudah dan PMI bisa mengatur kepulangannya sendiri. Program Rekalibrasi Pulang ini dilaksanakan dari bulan Juli-Desember 2021. “Kondisi ekonomi Malaysia yang menurun menyebabkan banyak PMI yang kehilangan pekerjaan sehingga mereka tidak memiliki akses terhadap jaring pengamanan sosial. Jadi, PMI memilih pulang melalui Program Rekalibrasi Pulang ini,” ujar Mantan Kadis Kominfotik Provinsi NTB ini.

Darnichn.



Related Articles