Breaking NewsPMI Malaysia

Akan Masuk Secara Ilegal, 32 WNI Ditangkap Polisi Malaysia Saat Perahunya Hanyut di Laut

Pihak kepolisian Malaysia menahan 34 Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) yang terdiri dari 32 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 2 warga Myanmar karena diduga akan memasuki wilayah negara itu secara ilegal.

Sebagaimana dilaporkan media lokal Malaysia, Metro, Komandan Pasukan Polis Marin (PPM) Wilayah Satu Pulau Pinang, Asisten Komisioner Shamsol Kassim mengatakan, pihaknya sebelum itu menerima informasi terkait kehadiran bot pom-pom (perahu mesin) yang membawa PATI di perairan laut Pulau Angsa pada sekitar pukul 2.45 pagi.

“Hasil pemeriksaan di dalam bot terdapat 34 PATI terdiri dari 32 warga Indonesia dan dua warga Myanmar berusia 18 hingga 51 tahun,” katanya ketika memberi keterangan kepada media.

Berdasarkan pemeriksaan awal, perahu mesin yang ditumpangi para PATI tersebut berada di laut selama tiga hari sebelum masuk ke pesisir pantai Selangor.

Mereka diduga berangkat dari Tanjung Balai Asahan, Indonesia dan perahu mesin yang mereka tumpangi hanyut di laut ketika menunggu arahan/perintah tekong darat (calo) untuk mendarat di lokasi pendaratan yang ditentukan.

“Mereka (PATI) mengatakan telah membayar Rp 3 juta (tiga juta rupiah/sekitar 877ringgit) untuk proses berangkat ke Malaysia. Mereka semua yang warga Indonesia mengaku pernah bekerja di negara ini, sedangkan dua warga Myanmar datang ke Malaysia dengan alasan untuk berjumpa keluarga,” kata Asisten Komisioner Shamsol Kassim.

Menurutnya, empat dari 34 PATI, yaitu dua orang laki-laki dan dua wanita dinyatakn positif Covid-19 setelah menjalani test Covid-19 di Pusat Saringan Ambang Botanik, Bukit Tinggi, Klang. (rozi_EM)



Related Articles