Breaking NewsPMI lainnya

Ajak Masyarakat Bekerja di Jepang, BP2MI Jamin Pelatihan dan Keselamatan

Pemerintah Jepang memberikan kuota 70 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja di Jepang. Namun, hingga kini pemerintah Indonesia belum bisa memenuhi kuota tersebut.

Benny mengatakan saat ini pihaknya sedang berusaha memenuhi kuota itu. Dia bahkan pergi ke daerah untuk mencari orang yang bersedia menjadi PMI yang bekerja ke Jepang. Benny menghimbau masyarakat yang ingin bekerja di Jepang agar mendaftar melalui BP2MI. Pemerintah meminta masyarakat untuk tidak mengambil jalur ilegal. Pasalnya, jalur ilegal tidak diberikan pelatihan dan juga jaminan kesehatan.

“Untuk pelatihan bahasa, mereka harus mengikuti pelatihan selama 5 bulan. Satu bulan untuk pelatihan keterampilan, jadi 6 bulan untuk pekerja Jepang itu sudah sangat cukup,” tutur Benny.

Bekerja di Jepang sangat menggiurkan dengan upah minimal di sana mencapai hingga Rp 22 juta per bulan. Gaji pekerja bisa mencapai Rp 30 juta dalam sebulan jika mendapatkan bonus. Benny menekankan kepada masyarakat yang berminat bekerja di Jepang tak perlu khawatir soal keamanan dan keselamatan. BP2MI menjamin tidak ada kekerasan jika menggunakan jalur resmi.

Jaminan itu ada karena pemerintah membuat aturan yang mengikat dengan Jepang terkait PMI. Pemberi kerja tidak bisa sembarangan terhadap pekerja yang berasal dari negara lain termasuk PMI. “Perlindungan itu diberikan sebelum mereka berangkat, bekerja, selama di negara penempatan dan setelah kembali, mereka akan dalam perlindungan negara,” kata Benny.

PMI yang mendapatkan tindakan tidak menyenangkan selama bekerja diminta untuk segera melapor. BP2MI menyediakan 2 call center 24 jam, selain itu PMI juga bisa menyambangi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang jika mengalami masalah. Masyarakat yang berminat bekerja di Jepang diminta untuk tidak perlu takut. Benny menjamin mereka semua akan selama dan mendapatkan keuntungan selama bekerja.

Darnichn.



Related Articles