Breaking News

Adanya Kartu Prakerja Memberikan Peluang Kerja Bagi Calon dan Eks Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian mengatakan sebanyak 120.000 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah mengikuti Program Kartu Prakerja karena gagal dikirim atau ditempatkan ke luar negeri. Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya pembatasan penempatan PMI di beberapa negara pada tahun 2020. Hal tersebut berdampak pada penurunan jumlah penempatan PMI sebesar 59% pada tahun 2020 dan penurunan remitansi 17,5% dibandingkan tahun 2019. Terkait dengan itu, banyak calon TKI yang kemudian memilih untuk mengikuti Program Kartu Prakerja guna meningkatkan keterampilan (upskilling) mereka.

“Dengan upskilling melalui prakerja, calon TKI akan lebih berkualitas dan memiliki nilai lebih tinggi.” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (25/6/2021). Selain memberikan program pelatihan untuk calon PMI, BP2TKI dan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja juga telah melakukan diskusi terkait fasilitasi pemberian pelatihan kepada PMI. BP2TKI rencananya akan membuka 92 titik layanan pendampingan bagi PMI di seluruh Indonesia.

Adanya layanan pendampingan ini diharapkan bisa mendorong PMI agar dapat mengakses Program Kartu Prakerja, sehingga PMI dapat memperoleh pelatihan dalam rangka skilling, reskilling maupun upskilling. Sehingga ini akan membantu mereka untuk mendapatkan pekerjaan baru di Indonesia, menjaga produktifitas agar tidak jatuh menjadi pengangguran pasca kepulangan. Pemerintah juga akan terus memperkuat kebijakan perlindungan PMI, terutama dalam hal penanganan keberangkatan dan kepulangan PMI pada masa pandemi.

Darnichn.



Related Articles