Breaking NewsPMI Taiwan

33 Pekerja Migran di Chiayi Mogok Kerja, Tuntutannya Seperti Ini

Sebanyak 33 orang Pekerja Migran yang bekerja di sebuah perusahaan di kawasan industri Touchiao, Chiayi, hari ini (5/10/2021) melakukan aksi mogok kerja.

Para pekerja migran tersebut mempertanyakan soal gaji, yang menurut mereka perusahaan menggaji mereka di bawah pokok standard di Taiwan. Selain itu, perusahaan tidak membayar upah lembur sesuai dengan peraturan ketika mereka bekerja pada Hari libur maupun Hari libur Nasional.

Mereka yang pagi ini mogok kerja meminta ke perusahaan supaya tunjangan shift malam mereka disesuaikan dengan pekerja lokal.

Wakil direktur Biro tenaga kerja Dan pemuda Chiayi, Lin Jun-jie mengatakan, setelah menerima laporan adanya pekerja migran yang mogok kerja di perusahaan tersebut, pihaknya segera mengkoordinasikan agensi mereka dan memberitahu para pekerja migran bahwa tindakan mogok kerja merupakan tindakan yang tidak sah.

Apabila mereka mengalami masalah dengan hak mereka, mereka harus mengajukan mediasi, jika tidak, sesuai UU Ketenagakerjaan tindakan mogok kerja bisa berakibat pemecatan dari majikan.

Sementara itu, petugas bagian devisi administrasi tenaga kerja berjanji akan membantu pekeja migran mengajukan aplikasi penyelesaian perselisihan.

Menurut tanggapan awal, terkait pekerja migran mengadu bahwa gaji mereka 21.600 lebih rendah dari gaji pokok, Lin Jun-jie mengatakan, gaji tersebut mereka peroleh setelah dipotong uang makan dan mess sehingga bukan termasuk pelanggaran.

Sedangkan uang lembur juga dibayar penuh, untuk bagian pengaduan mereka terkait bekerja pada Hari libur dan libur Nasional, perusahaan menerapkan 8 minggu jam kerja yang dimodifikasi, sementara untuk Hari libur Nasional biasanya dijadwalkan di depan, terkait hal ini untuk sementara juga tidak ada pelanggaran UU Ketenagakerjaan.

Adapun permintaan para pemogok terkait tunjangan shift malam yang harus disesuaikan dengan pekerja lokal saat ini masih dalam negosiasi.



Related Articles