Breaking NewsPMI lainnya

26 Calon Pekerja Migran Indonesia Menjadi Korban Penipuan Penyalur Jasa TKI (PJTKI) Abal-Abal

Sejumlah 26 calon PMI harus gigit jari setelah tidak jadi diberangkatkan menuju ke negara tujuan yakni Jepang dan Polandia karena tertipu oleh Penyalur Jasa TKI (PJTKI) abal-abal. Penipuan berkedok PJTKI tersebut akhirnya berhasil diungkap oleh anggota Unit Pidana Khusus (Pidsus) Sat Reskrim Polres Tulungagung setelah 2 korbannya melapor ke Polres Tulungagung.

Dalam aksi penipuan tersebut, ke-26 CPMI mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah karena setiap CPMI harus menyetor sejumlah uang dahulu sebelum akan diberangkatkan ke Jepang dan Polandia. Dari serangkaian penyelidikan dan meminta keterangan saksi ahli akhirnya anggota Unit Pidsus Sat Reskrim Polres Tulungagung menangkap MS (34), perempuan asal Desa/Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Wanita kelahiran Blitar tersebut merupakan Kepala LPK PT. Cahaya Bina Insani dan orang yang menerima uang dari 26 CPM yang dijanjikan akan diberangkatkan ke Jepang dan Polandia sebagai Pekerja Migran Indonesia. Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, SH, SIK, MH melalui Kasi Humas Iptu Nenny Sasongko, SH mengatakan,” Sesuai aturan yang berlaku. PT. Cahaya Bina Insani Group yang beralamat di Desa/Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung tersebut hanya melatih atau memberikan pelatihan bahwa yakni Jepang, Inggris, Kantonis dan Mandiri kepada siswanya, bukan untuk menempatkan keluar negeri.”

“PT. Cahaya Bina Insani Group bisa merekrut PMI karena mempunyai surat tugas dan PKWT dari PT. Alqurnny Bagas Pratama. Namun, PT tersebut hanya memiliki SIP3MI ke negara tujuan Hongkong, Singapura, Malaysia, Kuwait, dan Turki, bukan Jepang,” tambah Iptu Nenny sesuai keterangan saksi ahli dari Dinsosnaker Dra. Triningsih CH. Rahayu, M.Si.

Setelah ditangkap, MS mengaku bahwa uang sebesar Rp 1.065.000.000 telah ditransfer kepada seorang bernama Esy Praswati yang menurut keterangan pelaku, seseorang yang dikenal melalui telepon untuk menerima 26 PMI di Jepang dan Polandia.

Wanita berparas cantik itu ditangkap pada hari Senin (03/09/2021) kini sudah menghuni sel tahanan wanita Polres Tulungagung. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka MS dijerat Pasal 81 Jo Pasal 69 UU RI No.18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dan Pasal 372 atau Pasal 378 KUH Pidana,” pungkas Iptu Nenny.

Darnichn.



Related Articles